Perjuangan Sulotco di Cup Of Excellence


Posted on 31/03/2022



Berawal dari Coba-coba Ternyata Jadi Juara


Mei 2021, Tim R&D PT Sulotco Jaya Abadi bergerak mulai sore sampai malam hari untuk melakukan percobaan fermentasi kopi dalam rangka trial produk baru. Berbekal satu karung kopi merah, teman-teman R&D mulai mengolah kopi tersebut menggunakan metode baru yang sudah ditentukan.



Setelah 20 hari berlalu, biji-biji kopi hasil percobaan tersebut sudah bisa dicicipi. Saat bubuk kopi diseduh, muncullah aroma wangi bunga, jambu biji, dan susu cokelat yang begitu lembut masuk ke indra penciuman kita. Begitupun saat menyeruput air kopinya, lidah akan dimanjakan oleh sensasi rasa gula cokelat, apel merah, persik, dan brown spices yang sangat nikmat. Keberhasilan percobaan pertama ini menambah semangat teman-teman R&D SCO untuk membuat kembali kopi tersebut dalam jumlah yang lebih banyak. Terlebih saat itu bertepatan dengan dibukanya kompetisi Cup of Excellence (COE) Indonesia 2021. Dengan penuh antusiasme (dan sedikit rasa deg-degan), teman-teman R&D pun mengirimkan sampel kopi untuk mengikuti tahap pra-seleksi di Bulan Agustus 2021. Ternyata sampel kopi Rantekarua yang dikirim lolos ke tahap penjurian nasional, maka tim R&D menyiapkan sekitar 250 kg kopi untuk maju ke tahap selanjutnya di Bulan September. Proses seleksi tahap penjurian nasional berlangsung di Bulan Oktober, disusul tahap penjurian international di Bulan Oktober - November 2021. Setelah menanti cukup lama, akhirnya di Bulan Desember 2021 diumumkanlah 26 pemenang yang memiliki cupping score diatas 86. Tanpa disangka-sangka, kopi Rantekarua yang diajukan atas nama Bapak Samuel Karundeng keluar di urutan 12 dengan cupping score 88,05. Rasanya seperti terbayar sudah semua lelah saat mengolah kopi di malam hari, menembus dinginnya air dan angin pegunungan Rantekarua saat itu.


Acara Cup of Excellence yang pertama kali diadakan di Indonesia ini pun ditutup dengan acara Award Ceremony, Auction & Coffee Festival yang dilaksanakan di Kota Bandung, 27-28 Januari 2022 lalu. Lelang kopi dibuka pada pukul 21.00 WIB tanggal 27 Januari 2022 dan berlangsung hingga pk 03.00 WIB keesokan harinya. Kopi Rantekarua ini dibidding dengan harga 19,30 USD per lbs atau setara 36,60 USD per kg-nya oleh salah satu roastery di Jepang.


Telah melewati separuh usia di perkebunan kopi Rantekarua membuat Bapak Samuel sangat memahami hulu perkopian di Toraja. Dari era kolonial hingga kini beranjak ke era milenial, Bapak Samuel akhirnya menggandeng generasi muda di Departemen Research and Development PT. Sulotco Jaya Abadi untuk terus berinovasi baik dalam hal peningkatan produktivitas maupun proses untuk menghasilkan kopi berkualitas. Tentu, semua itu dilakukan supaya kopi Rantekarua tetap bisa menebarkan aromanya hingga ke seluruh penjuru dunia. Mungkin masih belum sempurna, tapi percayalah bahwa hasil tidak pernah mengkhianati prosesnya. Kalau kamu mau kamu pasti bisa, tetap semangat untuk kita semua. Salam kopi!