Belajar Proses Fermentasi Aerobik dan Anaerobik pada Kopi


Posted on 15/09/2021



Belajar Proses Fermentasi Aerobik dan Anaerobik pada Kopi



Tahukah anda bagaimana pengolahan tersebut? Proses pengolahan kopi atau pasca panen ceri kopi ini sangat krusial. Sebab, pada proses ini kopi akan membentuk karakternya sendiri untuk menentukan kenikmatan saat diteguk. Proses pasca panen juga bisa disebut proses fermentasi kopi. Proses fermentasi bertujuan menghasilkan reaksi kimia yang melibatkan mikroorganisme lain yang membantu proses penguraian kopi. Pada proses fermentasi ceri kopi, pengolah kopi menggunakan wadah berbahan stainless steel yang tertutup rapat, dan tidak ada oksigen yang masuk. Selanjutnya, fermentasi dilakukan menggunakan air dan mikroorganisme pada ceri kopi.


Proses penguraian kopi yang melibatkan mikroorganisme dapat dikatakan olahan biokimia yang cukup rumit. Sebab, proses fermentasi melibatkan beberapa proses kimia. Proses tersebut meliputi; Hidrolisis atau penambahan air, Acidogenesis atau konversi gula dan asam lemak menjadi alkohol, Asetogenesis untuk menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida, kemudian metanogenesis yang berfungsi sebagai pembentukan gas yang dilakukan oleh mikroba. Akibat dari proses kerja kimiawi, terjadi perbedaan tingkat pH, suhu, tekanan, serta kadar gula pada biji kopi yang telah di fermentasi. Perbedaan tersebut yang menjadikan kopi memiliki keunikan tersendiri. Namun, untuk mendapatkan cita rasa unik tersebut, dibutuhkan ketelitian maupun keterampilan dalam pengolahan ceri kopi menjadi biji kopi. Karenanya, Saat proses fermentasi berlangsung, pengolah kopi harus melakukan eksperimen secara insentif untuk menghindari hilangnya kualitas, maupun rusaknya biji kopi. Pada proses ini, tidak selamanya berjalan sukses. Tak jarang, faktor cuaca mampu menggagalkan proses fermentasi.


Di bawah ini adalah perbedaan antara dua fermentasi tersebut:

• Proses Fermentasi Aerobic: Proses ini ini dilakukan ketika ceri kopi yang baru dipetik masih berisi oksigen yang cukup. Proses fermentasinya terbilang sederhana, yakni dengan meletakkan ceri ke dalam tangki dan membiarkan mikroorganisme bekerja pada waktu dan suhu yang telah ditentukan. Selama proses berlangsung, ceri kopi harus sering dikontrol maupun dianalisa secara bagaimana perkembangannya.


• Proses Fermentasi Anaerobic: Pada proses ini, ceri kopi dimasukan ke dalam tangki. Pelaku atau pengolah kopi bisa memasukan ceri kopi yang telah pulping (Pemisahan biji kopi dari kulit terluar dan mesocarp (bagian daging)) ataupun belum. Kemudian, setelah dimasukan ke dalam tangki, dilakukan perendaman. Kopi-kopi yang telah direndam selanjutnya, dibiarkan dalam kurun waktu dan suhu tertentu dan dengan bantuan air mikroorganisme supaya bekerja dengan sendirinya.


Proses anaerobic maupun aerobic keduanya dapat dilakukan oleh pengolah kopi. Perbedaannya hanya terletak pada, anaerobic yang lebih mudah daripada aerobic karena proses aerobic dinilai lebih kompleks. Perbedaan lain terdapat pada proses anaerobic yang lebih seragam dan lebih mudah dipantau. Sedangkan, aerobic lebih beraneka ragam dan lebih sulit untuk dipantau.